ekspatriat jakarta – Rukamen Blog https://www.rukamen.com/blog Apartemen Things in Indonesia Wed, 19 Oct 2022 14:29:50 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.7.3 http://www.rukamen.com/blog/wp-content/plugins/squirrly-seo/themes/default/css/sq_feed.css Karawaci dan BSD Juga Merupakan Daerah Hunian Favorit Ekspat https://www.rukamen.com/blog/karawaci-dan-bsd-juga-merupakan-daerah-hunian-favorit-ekspat/ https://www.rukamen.com/blog/karawaci-dan-bsd-juga-merupakan-daerah-hunian-favorit-ekspat/#respond Tue, 14 Feb 2017 10:46:43 +0000 https://www.rukamen.com/blog/?p=5179 Karawaci dan BSD Juga Merupakan Daerah Hunian Favorit Ekspat

Karena pengaruh ekonomi global dan ekonomi di Indonesia sendiri, terjadi penurunan pada tingkat hunian ekspatriat di tahun 2016. Dari penurunan tersebut, terlihat bahwa Jakarta Selatan masih menjadi daerah tempat tinggal favorit ekspatriat, tapi tahukah Anda bahwa Lippo Karawaci dan BSD juga merupakan alternatif setelah Jakarta Selatan?

Jakarta Selatan memang masih dipilih karena lokasinya strategis sehingga memudahkan akses ekspat kemanapun mereka ingin. Selain itu, di daerah Jakarta Selatan banyak sekolah internasional yang memudahkan mereka untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Tetapi, banyak juga kaum ekspatriat yang memilih tinggal di Lippo Karawaci dan BSD dan jenis hunian yang dipilih juga sudah bergeser, dari rumah tapak menjadi apartemen dan kondominium. Hal ini disampaikan oleh Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Collier International Indonesia bahwa karena harga sewanya masih kompetitif dan dekat dengan lokasi kantor, kedua daerah ini menjadi pilihan.

Terlihat dari riset Colliers International Indonesia dimana pada tahun 2016 banyak perusahaan asing yang mengurangi jumlah tenaga kerja asing dari negara-negara barat dan menggantinya menjadi pekerja dai daerah Asia. Hal ini yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah ekspat dari Asia, khususnya Cina.

Baca juga: Apartemen Favorit Ekspatriat di Jakarta

Perubahan kedua ada pada sisi pelaku bisnis properti, dimana mereka lebih banyak membangun townhouse untuk mengefisiensikan lahan. Dari 20 unit townhouse yang dibangun dengan fasilitas lengkap, terdiri dari beberapa jenis, yaitu 3 atau 4 kamar tidur dengan luas 300 hingga 700 meter persegi. Unit-unit tersebut disewakan dengan harga USD 2,500 hingga USD 3,000 per bulan.

Ingin jual, beli, atau sewa apartemen untuk ekspatriat di Lippo Karawaci dan BSD? Buka Rukamen!

]]>
https://www.rukamen.com/blog/karawaci-dan-bsd-juga-merupakan-daerah-hunian-favorit-ekspat/feed/ 0
Lahan Bangunan Tinggi Wajib Diberi Status Hak Pakai Untuk Mendongkrak Properti Asing https://www.rukamen.com/blog/lahan-bangunan-tinggi-wajib-diberi-status-hak-pakai-untuk-mendongkrak-properti-asing/ https://www.rukamen.com/blog/lahan-bangunan-tinggi-wajib-diberi-status-hak-pakai-untuk-mendongkrak-properti-asing/#respond Fri, 12 Aug 2016 09:58:19 +0000 https://www.rukamen.com/blog/?p=2866 Lahan Bangunan Tinggi Wajib Diberi Status Hak Pakai Untuk Mendongkrak Properti Asing

Seperti yang diketahui, hukum yang mengatur tentang pemilikan properti asing atau pemilikan properti oleh Warga Negara Asing di Indonesia telah disahkan pada bulan April lalu. Peraturan yang dibuat Menteri ATR/BPN sebelum ini, Ferry Mursyidan, adalah lanjutan dari Peraturan Pemerintah Nomor 103 tahun 2015.

Peraturan ini diharapkan akan mendorong investasi orang asing di Indonesia. Menurutnya, investor asing membutuhkan fasilitas perumahan untuk bisa mendukung bisnis mereka di Indonesia. Tapi sejauh ini, belum ada pasokan properti bagi WNA.

Untuk itu, pemerintah akan memberikan status hak pakai di atas lahan yang digunakan untuk konstruksi bangunan high rise. Rencana tersebut untuk meningkatkan pasokan apartemen yang bisa dibeli oleh orang asing dan untuk mengatasi kelangkaan apartemen untuk orang asing.

Foto: Fatur Rahman
Foto: Fatur Rahman

Menurut Menteri Perdagangan ang juga Ketua Kehormatan Real Estate Indonesia (REI), Enggartiasto Lukita), cara singkat mengatasi tantangan tiadanya pasokan apartemen untuk warga asing tersebut adalah dengan mewajibkan seluruh bangunan tinggi untuk dibangun di atas lahan hak pakai.

Hal ini disampaikan karena sampai saat ini UU No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria belum berubah. Undang-undang tersebut mengatakan bahwa orang asing hanya bisa memiliki properti di Indonesia yang di atas lahan hak pakai. Karena itu belum ada pengembang yang mau membangun gedung bertingkat di atas lahan hak pakai karena lebih suka membangun di atas lahan Hak Guna Bangunan (HGB).

Imbasnya, sampai saat ini tidak ada pasokan properti bagi WNA. Menurutnya, pemerintah harus mewajibkan seluruh gedung bertingkat untuk ada di atas lahan hak pakai, mau tidak mau, pasar dan  pengembang akan membangun properti untuk WNA. Hal ini dinilai akan menyelesaikan persoalan secara keseluruhan. Tidak perlu lagi berdebat apakah amandemen UU Pokok Agraria diperlukan atau tidak, karena hal tersebut bisa diselesaikan.

Hal lain yang disebut oleh Enggar adalah mengenai status hak paia yang diberikan hingga 80 tahun, dimana melampaui Vietnam dan Cina yang hanya 60 tahun dan 70 tahun. Tapi, Eddy Hussy, Ketua Umum REI, mengatakan bahwa pengusaha tetap ingin gedung high rise yang juga ada Hak Pakai, bukan HGB. Jadi, untuk orang lokal dan asing semua bisa memiliki properti di Indonesia.

Fokus Enggar saat iniadalah untuk membicarakan hal ini kepada Kementrian Agraria Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) lalu mengatur agar properti di atas lahan hak pakai bisa diterima bank sebagai agunan.

Diharapkan dengan diperbolehkannya lahan hak pakai digunakan untuk agunan, baik pembeli properti lokal maupun asing bisa memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan properti untuk membeli properti tersebut, baik Kredit Pemilikan Rumah maupun Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Sumber: Kompas Properti, Liputan6 Properti

]]>
https://www.rukamen.com/blog/lahan-bangunan-tinggi-wajib-diberi-status-hak-pakai-untuk-mendongkrak-properti-asing/feed/ 0
Apartemen Favorit Ekspatriat di Jakarta https://www.rukamen.com/blog/apartemen-favorit-ekspatriat-di-jakarta/ https://www.rukamen.com/blog/apartemen-favorit-ekspatriat-di-jakarta/#comments Mon, 18 Jul 2016 11:52:32 +0000 http://blog.rukamen.com/?p=2455 Apartemen Favorit Ekspatriat di Jakarta

Melanjutkan artikel kami mengenai Area di Jakarta Favorit Ekspat dan Kisaran Harga Sewanya bulan Mei lalu, dilansir Kompas Properti bahwa pada bulan Juni 2016 terdapat peningkatan sebesar lima persen pada tarif sewa apartemen untuk ekspatriat di Jakarta. Apa saja alasannya dan apartemen apa saja yang menjadi favorit ekspatriat Jakarta?

Tinggal di Apartemen Lebih fleksibel
Diketahui bahwa pasar apartemen menargetkan keuntungan yang sebelumnya hingga dua tahun, sekarang ini hanya dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Hal inilah yang meningkatkan popularitas apartemen di kalangan ekspat

Bagi ekspatriat, tinggal di apartemen lebih fleksibel dalam hal jangka waktu penyewaan dibandingkan rumah tapak. Apartemen strata titel sewa non-servis dua kamar tidur di Jakarta ditawarkan dengan harga minimal Rp 18 juta hingga Rp 56 juta per unit per bulan. Sedangkan untuk tiga kamar tidur mencapai harga Rp 29 juta hingga Rp 78 juta per unit per bulan.

Untuk apartemen servis, unit dua kamar tidur seharga Rp 45,5 juta hingga Rp 67,5 juta per unit per bulan. Untuk tipe tiga kamar tidur, per bulan dibanderol tarif sewa mulai dari Rp 42 juta hingga Rp 94,5 juta. Sementara untuk apartemen servis lebih dari tiga kamar tidur ditawarkan dengan harga Rp 73,5 juta hingga Rp 176 juta per unit per bulan.

apartment-favorit-square

Area dan Apartemen Favorit Ekspatriat
Area favorit ekspatriat adalah daerah pusat bisnis (CBD) seperti Rasuna Said, Satrio, Sudirman. Apartemen favorit ekspatriat di daerah CBD adalah Oakwood, The Ascott, The Capital Residence, SCBD Suites, Shangri-la Residence dan Pondok Indah Golf Residence.

Selain daerah CBD, daerah Dharmawangsa dan Pakubuwono juga menjadi favorit. Apartemen Dharmawangsa, Pakubuwono Residence, The Capital Residence, SCBD Suites, Oakwood memiliki tingkat okupansi rata-rata sebesar 81 persen. Sementara itu apartemen di wilayah Senayan dan Rasuna Said memiliki rata-rata okupansi sebesar 70 hingga 80 persen.

Apartemen Dharmawangsa menjadi apartemen non-servis paling mahal dengan tingkat sewa mulai dari Rp 72 juta sampai Rp 130 juta per unit per bulan untuk tipe empat kamar tidur, lima kamar tidur, atau penthouse.

Sumber: Kompas Properti.

 

 

]]>
https://www.rukamen.com/blog/apartemen-favorit-ekspatriat-di-jakarta/feed/ 1