pembangunan mrt jakarta – Rukamen Blog https://www.rukamen.com/blog Apartemen Things in Indonesia Wed, 19 Oct 2022 14:29:50 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.7.3 http://www.rukamen.com/blog/wp-content/plugins/squirrly-seo/themes/default/css/sq_feed.css Inilah Progres Pembangunan MRT Jakarta Per Akhir Juni 2017 https://www.rukamen.com/blog/inilah-progres-pembangunan-mrt-jakarta-per-akhir-juni-2017/ https://www.rukamen.com/blog/inilah-progres-pembangunan-mrt-jakarta-per-akhir-juni-2017/#comments Fri, 07 Jul 2017 09:12:02 +0000 https://www.rukamen.com/blog/?p=6612 Inilah Progres Pembangunan MRT Jakarta Per Akhir Juni 2017

PT. MRT Jakarta menyatakan bahwa per tanggal 30 Juni 2017 perkembangan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) fase I telah mencapai 74,89%. Diprediksikan, MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI bisa mulai beroperasi pada Maret 2019.

William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta, mengatakan bahwa kemajual konstruksi untuk jalur melayang (elevated section) telah rampung 62,42%, sedangkan untuk sisi jalur bawah tanah (underground section) telah mencapai 87,48%.

Baca juga: Daftar Apartemen Yang di Lintasi Jalur MRT

Saat ini pada jalur bawah tanah sedang dalam proses pembangunan interior, pemasangan keramik, plafon, serta listrik. Sebagian besar masalah pembebasan lahan juga telah diatasi sebagian. Tahun lalu ada 136 lahan yang belum dibebaskan, tetapi sekarang sisa 26 lahan.

Pihak MRT Jakarta optimis bahwa proses pembangunan MRT selesai pada bulan Juli 2018 dan bisa mulai dioperasikan pada Maret 2019 setelah melewati proses uji coba selama empat bulan.

Sedangkan untuk fase 3 dan 4, pemerintah tengah melakukan perencanaan pengembangan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan studi tentang pengembangan fase 3 dan 4 tersebut.

Fase 3 dan 4 dimulai dari Balaraja ke Cikarang sepanjang 87 kilometer. Saat ini studi sedang disiapkan oleh Bappenas dan rencananya akan dimulai pada tahun 2020 nanti. Estimasi pendanaan proyek MRT sepanjang 27 kilometer diperkirakan akan memakan sekitar USD 3,9 miliar dan diharapkan tidak menggunakan anggaran negara.

Pada pembangunan MRT fase Balaraja-Cikarang ini fase kajiannya dimulai dari Kembangan hingga Menteng.

Baca juga: Apartemen Jakarta di Sekitar Jalur MRT Semakin Diminati

]]>
https://www.rukamen.com/blog/inilah-progres-pembangunan-mrt-jakarta-per-akhir-juni-2017/feed/ 1
Perkembangan Pembangunan MRT Jakarta https://www.rukamen.com/blog/perkembangan-pembangunan-mrt-jakarta/ https://www.rukamen.com/blog/perkembangan-pembangunan-mrt-jakarta/#comments Thu, 28 Jul 2016 10:47:22 +0000 http://blog.rukamen.com/?p=2626 Perkembangan Pembangunan MRT Jakarta

Seperti yang telah kami tulis sebelumnya, pemerintah sedang membangun jalur-jalur Mass Rapid Transit (MRT) untuk mengurangi kemacetan. Saat ini jalur Selatan-Utara sedang dalam tahap pembangunan yang terbagi dari dua fase. Bagaimana perkembangan pembangunannya?

mrt jakarta

Perubahan Fase Kedua Rute Selatan-Utara

Fase pertama meliputi jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI), sedangkan fase dua meliputi Bundaran HI-Ancol. Pada fase kedua, PT MRT Jakarta sedang dalam proses persiapan studi yang rencananya akan dilakukan pada awal 2017.

Fase kedua sedang dalam proses penunjukan konsultan untuk melakukan studi karena rencana awal hanya sampai ke Kampung Bandan, tetapi kemudian diteruskan sampai ke Ancol. Seperti yang dikatakan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, permintaan ini muncul dari Gubernur DKI Jakarta yang ingin fase kedua dilanjutkan sampai ke Ancol, Jakarta Utara

Dengan adanya perubahan ini, panjang rute MRT Bundarah HI-Ancol panjangnya menjadi 13 kilometer dengan jumlah 12 stasiun.

Berikut ini adalah 13 stasiun yang dibangun pada fase pertama, terbagi atas 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah:

Stasiun layang:

  1. Lebak Bulus
  2. Fatmawati
  3. Cipete
  4. Haji Nawi
  5. Blok M
  6. Blok A
  7. Sisingamangaraja

Sementara 6 stasiun bawah tanah ada di:

  1. Senayan
  2. Istora
  3. Setiabudi
  4. Bendungan Hilir
  5. Dukuh Atas
  6. Bundaran HI

Perkembangan terowongan bawah tanah

Pembangunan terowongan jalur bawah tanah (tunnel) dari Senayan sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI) sedang dalam tahap tunneling work (membangun terowongan) sepanjang 3.412,5 meter dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2016.

Dengan menggunakan empat mesin bor bawah tanah, dua mesin dioperasikan dari selatan ke utara, yaitu Patung Pemuda Senayan, sedangkan dua mesin lainnya dioperasikan dari arah utara (Bundaran HI) menuju arah selatan.

Mesin bor pertama (Antareja) yang digunakan sejak September 2015 telah berhasil membuat terowongan jalur MRT bawah tanah sampai ke Stasiun Istora sepanjang 934,5 meter. Mesin kedua, Antareja II yang digunakan sejak November 2015 telah berhasil membuat terowongan jalur MRT sampai Stasiun Istora sepanjang 930 meter.

Kedua mesin sedang digunakan untuk melanjutkan pekerjaan pengeboran dari Stasiun Istora sampai ke Stasiun Bendungan Hilir. Sampai 26 Juli, terowongan yang sudah terbangun sepanjang 342 meter oleh bor Antareja, sedangkan Antareja II membangun terowongan dari Stasiun Istora ke Bendungan Hilir sepanjang 82,5 meter.

Dua mesin lainnya, Mustikabumi I yang digunakan sejak Febuari 2016 telah membuat terowongan Stasiun Bundaran HI ke Dukuh Atas sepanjang 682,5 meter. Bor Mustikabumi II yang digunakan sejak April 2016 di lokasi sama telah menghasilkan terowongan 441 meter. Kedua bor ini digunakan ke arah Selatan yang menembus Stasiun Dukuh Atas dan berakhir di Stasiun Setiabudi.

Belum ditetapkan tarif

Pemprov DKI Jakarta sampai saat ini belum menetapkan tarif MRT Jakarta, tetapi direncanakan akan difinalisasikan paling lambat 3 bulan sebelum beroperasi. Dono Boestami mengatakan bahwa hitungan tersebut akan diberikan kepada Pemprov, dan belum bisa dipastikan karena belum selesai. “Bagi kami, gratis pun ngga masalah”, ujarnya.

Namun, Dono mengatakan bahwa bisa saja tarif gratis dicanangkan, tetapi subsidinya akan lebih besar. Ia mempertanyakan apakah adil jika pemerintah memberi subsidi besar untuk sistem semahal sistem tersebut, padahal bisa digunakan untuk sektor pendidikan, kesehatan, atau perumahan.

Dono juga mengatakan bahwa untuk menentukan tarif, harus melihat tujuan pembangunan MRT. Jika untuk mengurangi kendaraan pribadi di jalan, harga bisa ditetapkan tinggi. Dengan adanya fasilitas lengkap, seperti AC dan Wi-fi di pool MRT, maka harga tinggi bsia saja. Jika harga tinggi pun, pengguna kendaraan mewah juga akan tertarik menggunakan MRT karena tepat waktu, nyaman, dan aman.

Perlu diketahui bahwa pembangunan MRT menggunakan pinjaman dari Jepang yang 100% atas nama negara, sementara Pemprov DKI Jakarta hanya menanggung 51 persen dari pinjaman tersebut.

Sumber: Kompas Properti, jakartamrt.com

]]>
https://www.rukamen.com/blog/perkembangan-pembangunan-mrt-jakarta/feed/ 2