industri properti indonesia – Rukamen Blog https://www.rukamen.com/blog Apartemen Things in Indonesia Wed, 19 Oct 2022 14:29:50 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.7.3 http://www.rukamen.com/blog/wp-content/plugins/squirrly-seo/themes/default/css/sq_feed.css Ini Dia 11 Taipan Properti Paling Tajir di Indonesia https://www.rukamen.com/blog/ini-dia-11-taipan-properti-paling-tajir-di-indonesia/ https://www.rukamen.com/blog/ini-dia-11-taipan-properti-paling-tajir-di-indonesia/#respond Thu, 08 Feb 2018 11:19:02 +0000 https://www.rukamen.com/blog/?p=8533 Ini Dia 11 Taipan Properti Paling Tajir di Indonesia

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Februari 2018 menulis tentang 11 Taipan Paling Tajir. Konglomerat yang bergabung dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2017 ini terimplikasi berkat portfolio properti mereka.

Forbes Asia merilis data 50 orang terkaya di Indonesia pada akhir 2017 lalu dan data tersebut menunjukkan bahwa hampir rata-rata konglomerat di Indonesia terlibat dalam bisnis properti. Meningkatnya harta kekayaan para konglomerat ini ada yang diakibatkan oleh peningkatan harga saham, sedangkan faktor lainnya disebabkan terungkapnya harta mereka setelah mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty).

Baca juga: Inilah 10 Orang Terkaya Di Indonesia Yang Juga Bisnis Properti

Berdasarkan data yang dilansir situs Forbes, jumlah konglomerat Indonesia yang termasuk miliarder dunia terdapat sebanyak 21 orang dari 2.043miliarder di seluruh dunia. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia berada di urutan ke-20 sebagai negara dengan populasi orang kaya terbanyak di dunia.

Sebelumnya, hasil Penelitian Megawati Insitute menunjukkan, bahwa Material Power Index (MPI) Indonesia mencapai 584.478, lebih tinggi dibanding negara-negara lain, kecuali Filipina. Angka tersebut juga menunjukkan rata-rata aset yang dikuasai oleh 40 orang terkaya setara dengan 600 ribu kali lipat orang-orang di Indonesia. MPI adalah rata-rata kekayaan orang terkaya di Indonesia dibagi dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

Baca juga: 10 Raja Properti di Dunia Terkaya

Berdasarkan data yang dilansir situs Forbes, jumlah konglomerat Indonesia yang termasuk miliarder dunia terdapat sebanyak 21 orang dari 2.043miliarder di seluruh dunia. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia berada di urutan ke-20 sebagai negara dengan populasi orang kaya terbanyak di dunia.

Sebelumnya, hasil penelitian Megawati Insitute menunjukkan bahwa Material Power Index (MPI) Indonesia mencapai 584.478, lebih tinggi dibanding negara-negara lain, kecuali Filipina.

Ke 11 Taipan properti terserbut adalah:

1. Robert Budi dan Michael Hartono : Grup Djarum, BCA, Mal Daan Mogot, WTC Mangga Dua, Grand Indonesia, Resinda Karawang, Margo City. (Aset 2017=Rp429 T, Aset 2016=Rp229,4 T, Aset 2015=Rp 206 T).

2. Eka Tjipta Widjaja : Sinarmas Group BSD City, Kota Deltamas, Kota Wisata, Grand Wisata, KIIC, GIIC, Nuvasa Bay, Plaza Indonesia. (Aset 2017 Rp122 triliun, Aset 2016=Rp75,1 triliun, Aset 2015=Rp 73,7 triliun).

3. Chairul Tandjung : CT Corp Trans Park Bekasi, Trans Park, Cibubur (Aset 2017= Rp48,7 triliun, Aset 2016=Rp65,7 triliun dan Aset 2015=Rp63,3 triliun).

4. Keluarga Tahir : Mayapada, Group Hotel Four Points, Mayapada Tower (Aset 2017=Rp46,9 triliun, aset 2016=Rp41,6 triliun dan Aset 2015=Rp26,8 triliun).

5. Mochtar Riady : Lippo Group, Lippo Karawaci, Lippo Cikarang, Meikarta, Plaza Semanggi, Lippo Mall Kemang, Lippo Village (Aset 2017:Rp40 triliun, Aset 2016: Rp25,4 triliun dan Aset 2015: Rp29,5 triliun).

6. Murdaya Poo : Grup Central Cipta Murdaya, World Trade Center (Aset 2017: Rp29,5 triliun, Aset 2016: Rp28,1 triliun dan Aset 2015: Rp24,8 triliun).

7. Peter Sondakh : Rajawali Corpora, Menara Rajawali, St. Regis, Four Seasons (Aset 2017: Rp25,4 triliun, Aset 2016: Rp24,1 triliun dan Aset 2015: Rp25,4 triliun).

8. Husodo Angkosubroto : Gunung Sewu Group, Apartemen Verde Two, The Hundred, Sequis Tower, Harco Pasar Baru, Menteng Regency (Aset 2017: Rp20,7 triliun, Aset 2016: Rp15,9 triliun dan Aset 2015: Rp14,7 triliun)

9. Ciputra : Ciputra Group, Ciputra World Jakarta, Ciputra World Surabaya, Pondok Indah, CitraRaya, Bintaro Jaya (Aset 2017: Rp19,4 triliun 2016: Rp21,4 triliun dan 2015: Rp20 triliun).

10. Alexander Tedja : Pakuwon Group: Kota Kasablanka, Gandaria City, Tunjungan Plaza. (Aset 2017: Rp16,7 triliun, Aset 2016: Rp17 triliun, dan Aset 2015: Rp11 triliun).

11. Ning King : Argo Manunggal Alam Sutera, Bekasi Industrial Estate (Aset 2017: Rp6 triliun, Aset 2016: Rp20 triliun, dan Aset 2015 Rp5,4 triliun).

Sumber: mpi-update

]]>
https://www.rukamen.com/blog/ini-dia-11-taipan-properti-paling-tajir-di-indonesia/feed/ 0
Ini Dia Fokus Kerja Dewan Pengurus REI Periode 2016-2019 https://www.rukamen.com/blog/ini-dia-fokus-kerja-dewan-pengurus-rei-periode-2016-2019/ https://www.rukamen.com/blog/ini-dia-fokus-kerja-dewan-pengurus-rei-periode-2016-2019/#comments Wed, 21 Dec 2016 09:17:33 +0000 https://www.rukamen.com/blog/?p=4550 Ini Dia Fokus Kerja Dewan Pengurus REI Periode 2016-2019

Industri properti di Indonesia yang semakin ramai ini semakin dimeriahkan dengan adanya asosiasi yang bertindak untuk menyesuaikan dan mengatur perkembangan dunia usaha realestat. Pada tanggal 20 Desember 2016 kemarin, Dewan Pengurus (DPP) Real Estate Indonesia (REI) periode 2016-2019 telah resmi terbentuk dengan pengukuhan yang diselenggarakan di hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta Sekatan. Pada kepemimpinan baru, Soelaeman Soemawinata dikukuhkan sebagai ketua umum dan Totok Lusida sebagai sekertaris jenderal.

Fokus kerja Real Estate Indonesia

real estate indonesia

Ketua Umum REI, Soelaeman Soemawinata (Eman), mengatakan bahwa salah satu fokus program kerja ke depan adalah pengembangan daerah.

Contohnya, setiap bulan dewan perwakilan daerah (DPD) harus mengadakan rapat sebagai kerja rutin agar kredit, terutama untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dapat terlihat pertumbuhannya. Selain itu, pemetaan kinerja REI juga menjadi prioritas.

Salah satu inti proses REI melibatkan tata ruang dan pertanahan, serta selanjutnya adalah pengembangan infrastruktur. Karena pengembangan daerah memerlukan infrastruktur, dan pengembangan infrastruktur bisa menciptakan produk rumah sederhana. Selanjutnya, REI juga memiliki tugas untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus, seperti pariwisata. REI harus bisa mendukung pemerintah dalam mencapai target wisatawan dengan cara mengembangkan kawasan.

REI juga mendorong kerja sama asing

Untuk mendukung prinsip dan misi kepengurusan baru untuk mengembangkan daerah, Eman juga membentuk satu bidang baru bernama Kerja Sama Investasi. Tujuan dibentuknya bidang baru ini adalah untuk meningkatkan kerja sama dengan pengembang asing. Di era globalisasi dan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), investasi asing, khususnya di bidang properti, yang masuk harus dijadikan peluang untuk memperbesar potensi bisnis dan manfaat yang bisa diambil khususnya untuk pengembang lokal.

Indonesia dalam kondisi ekonomi terbuka dan investasi dari luar juga bisa masuk.Pihak asing yang masuk ke Indonesia pastinya sudah membawa modal dan kompetensi kerja yang baik. Karena itulah, pengembang lokal harus bisa memanfaatkan peluang ini karena mereka lebih mengenal situasi pasar lokal dan hal teknis lainnya. Hal inilah yang bisa dimanfaatkan untuk kerja sama dan memaksimalkan peran pengembang daerah.

REI juga akan mendorong pengembang dari perusahaan BUMN dan dari luar Jakarta untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi karena tantangan di industri properti semakin berat. Karena itulah, REI akan kerja sama dengan daerah-daerah, sehingga tidak hanya di Jabodetabek saja.

Susunan pengurus DPP REI 2016-2019

Ketua Umum : Soelaman Soemawinata

Sekretaris Jenderal : Totok Lusida

Bendahara : Husin Widjajakusuma

Wakil Ketua Umum

Bidang Organisasi dan Keanggotaan : Djoko Slamet Oetomo

Bidang Perbankan, Pembiayaan Komersial dan RST : Umar Husin

Bidang Kerja Sama Investasi : Artur MD Batubara

Bidang Pasar Modal : Imam Sudjono

Bidang Perizinan : MT Junaedi

Bidang Pertanahan : Adri Stambul Lingga Gayo

Bidang Perpajakan : Budi Hermawan

Bidang Tata Ruang, Kawasan dan Properti Ramah Lingkungan : Hari Ganie

Bidang Inrastruktur Wilayah : Taufik Hidayat

Bidang Infrastruktur Kawasan : Achmad Mipon

Bidang Hubungan Lembaga Eksekutif & Legislatif : Herman Heru Suprobo

Bidang Hubungan Yudikatif & Penegak Hukum : Hervian Thahir

Bidang Perundang-undangan & Regulasi Properti : Ignesjz Kemalawarta

Bidang Hubungan Luar Negeri : Rusmin Lawin

Bidang Pembangunan Perumahan Sejahtera Tapak : Conny Lolyta Rumondor

Bidang Perumahan Menengah & Besar : Ariful Y. Hidayat

Bidang Rumah Susun : Imran Syamnir

Bidang Apartemen : Meiko Handoyo

Bidang Pengelolaan Apartemen & Rumah Susun : Mualim Wijoyo

Bidang Pengembangan Kota Mandiri dan Peremajaan Kota : Mary Octo Sihombing

Bidang Kawasan Industri : Sadeni Hendarman

Bidang Kawasan Pergudangan : Erlangga Satria Agung

Bidang Pariwisata & Pusat Rekreasi : Anak Agung Made Sukadhana

Bidang Perhotelan : Bustami Zainuddin

Bidang Pembinaan dan Pengembangan Usaha : Yana Mulyana

Bidang Pusat Perbelanjaan dan Kawasan Komersial : Stefanus Ridwan

Bidang Perkantoran : Indra Wijaya Antono

Bidang Komunikasi, Promosi dan Pameran : Ahmad Ikang Fawzi

Badan Pendidikan dan Latihan : MR Priyanto

Badan Advokasi dan Mediasi : Juliandus Lumban Tobing

Badan Pengembangan Organisasi dan Sertifikasi : Amran Nukman

Badan Riset dan Pengembangan : Handa Sulaiman

Ketua dan Sekertaris Jenderal periode sebelumnya, Eddy Hussy dan Hari Raharta, menjadi Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) dan Anggota BPO.

Ini-Dia-Fokus-Kerja-Dewan-Pengurus-REI-Periode-2016-2019-square

Ikuti berita seputar industri properti lainnya di Blog Rukamen

Sumber: Kompas Properti dan Housing Estate

]]>
https://www.rukamen.com/blog/ini-dia-fokus-kerja-dewan-pengurus-rei-periode-2016-2019/feed/ 1