Wednesday , September 20 2017
Home / News / Info / Arti Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Bedanya Dengan Sertifikat Hak Milik (SHM)

Arti Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Bedanya Dengan Sertifikat Hak Milik (SHM)

eli5_shm-hgb

Arti Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Pada Apartemen dan Apa Bedanya dengan Sertifikat Hak Milik (SHM)

Bagi pengguna, penyewa, pembeli dan penjual properti, istilah dokumen resmi sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM) sudah sering ditemui dan paham betul dengan perbedaan nya. Lalu, bagi orang yang tidak terlalu mengerti, apa arti dari dua sertifikat tersebut dan apa yang membedakannya?

Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atau istilah dalam bahasa inggrisnya ‘Building Rights Title’ adalah hak untuk memanfaatkan dan mendirikan bangunan di tanah yang disebutkan dalam sertifikat, dalam jangka waktu tertentu. Kepemilikan Sertifikat HGB tidak hanya di khususkan untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Sertifikat HGB dapat di miliki oleh Warga Negara Asing maupun investor asing.

Beberapa keuntungan yang ada dalam kepemilikan sertifikat HGB. Keuntungan yang pertama adalah dana yang relatif lebih murah di banding SHM. Peluang bisnis yang ideal karena pemilik sertifikat HGB tidak harus memiliki tanah tersebut selamanya. Jangka waktu Hak Guna Bangunan pun beragam, bisa 10 tahun, 20 tahun maupun 30 tahun. Setiap jangka waktu sertifikat tersebut habis, pemegang sertifikat HGB wajib melakukan perpanjangan sertifikat agar bisa melanjutkan penggunaan bangunan di tanah tersebut. Namun, beberapa kerugian yang ada di sertifikat HGB adalah jangka waktu yang terbatas dan ketidak bebasan-nya pemilik sertifikat HGB tergantung dengan peraturan yang berlaku.

Sertifikat Hak Milik (SHM) atau istilah bahasa inggrisnya ‘Freehold Title’ adalah sertifikat pemilikan penuh, terkuat dan tertinggi yang ada di Indonesia. Sertifikat ini tidak ada jangka atau batas waktu dalam kepemilikan, maka perpanjangan tidak diperlukan dalam sertifikat ini. Pemegang sertifikat ini di khususkan hanya untuk Warga Negara Indonesia saja, peluang untuk Warga Negara Asing maupun Investor Asing tidak ada sama sekali untuk memiliki sertifikat ini menurut Undang Undang Pokok Agraria (UUPA).

Lalu apa yang membedakan kedua sertifikat tersebut, sertifikat HGB dapat di miliki oleh WNI dan WNA dengan semua ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan SHM yang hanya dapat di miliki oleh WNI saja. Jangka waktu ke dua sertifikat tersebut juga membedakan, HGB mendapat keterbatasan jangka waktu dan SHM tidak memiliki jangka waktu, sehingga perpanjangan tidak perlu dilakukan.

 

Jenis Sertifikat Yang Dipakai Untuk Apartemen

Apartemen adalah properti yang unik dan pemakaian sertifikat di apartemen berbeda dengan rumah seperti umumnya. Hak kepemilikan di apartemen sedikit kompleks dan memang berbeda dari rumah. Namun berdasarkan status tanahnya, tanah apartemen dapat di bagi menjadi 3; yaitu Tanah Negara, Tanah Pengelola dan Tanah Hak Milik.

 

 

Jenis sertifikat-sertifikat HGB ini memiliki banyak persamaan dalam penggunaan namun sangat berbeda dalam kepemilikan. HGB hak milik / HGB Murni memiliki status yang paling tinggi di antara sertifikat HGB yang lain, karena status tanah adalah milik developer dan harga apartemen di status tanah seperti ini relatif mahal di banding apartemen lain. Contoh. Residence 8 Senopati, Denpasar Residence

 

 

Jenis sertifikat yang kedua dan yang lebih lemah adalah HGB HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Sertifikat ini lebih lemah karena status pemilik tanah oleh pihak ketiga, dan jika pemilik ingin tanah tersebut kembali, sehabis masa sertifikat HGB habis, ada kemungkinan pemilik apartemen tidak mendapatkan pergantian samasekali. Contoh. Kempinski ResidenceFX ResidenceSpringhill Royal Suites (Agung Sedayu Group dan Springhill Group)

Namun jika Tanah tersebut dimiliki negara, dan negara akan memakai meminta tanah tersebut, maka negara akan menganti sekitar 80% dari harga tanah saat itu, dengan negosiasi. Masing-masing pemilik akan mendapatkan sesuai dengan luas unit yang dimiliki di bagi dengan total luas unit yang ada.

About Erik Lie

Penjelajah hobi motret, penikmat musik, pecinta kopi

Check Also

Memiliki Anak? Perhatikan Hal Berikut Sebelum Memilih Apartemen

Jika Anda memiliki anak, maka tidak boleh sembarangan dalam memilih apartemen. Selain luas unit dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *