Thursday , July 2 2020
Home / News / Info / Dampak Positif Penghapusan Gerbang Tol Karang Tengah Terhadap Properti Tangerang

Dampak Positif Penghapusan Gerbang Tol Karang Tengah Terhadap Properti Tangerang

Keputusan pemerintah untuk menghapus gerbang tol Karang Tengah pada tahun 2017 ini disambut positif oleh para pengembang properti. Menurut mereka, hal ini akan berdampak positif bagi sektor properti Serpong dan sekitarnya.

Selama ini, salah satu hal yang membuat orang enggan tinggal di daerah Tangerang dan sekitarnya adalah karena kemacetan. Inilah yang menghambat pertumbuhan investasi di kawasan tersebut. Padahal, harga properti yang semakin mahal di tengah kota mendorong orang-orang untuk pindah ke daerah pinggir Jakarta.

Baca juga: Gerbang Tol Karang Tengah Akan Dihapuskan

Selain itu, infrastruktur di daerah ini juga semakin maju untuk menopang pertumbuhan residensial rumah tapak dan hunian verikal, dengan semakin banyaknya pusat perbelanjaan, sekolah-sekolah top, gedung perkantoran, rumah sakit internasional, dll, daerah Tangerang adalah salah satu daerah yang juga memiliki prospek baik.

Menurut pengembang, dengan dihapuskannya gerbang tol Tangerang, jarak tempuh dari Puri Indah, Jakarta Barat menuju ke Alam Sutera, serta sebaliknya, nantinya hanya akan ditempuh dalam waktu 10 menit. Akses dari Tomang menuju Bandara Soekarno-Hatta juga otomatis lebih singkat.

Akses tol Kunciran mendorong kenaikan nilai properti di daerah Serpong hingga 300 persen. Banyak para pekerja yang melalukan komute menuju kantornya di tengah kota, sehingga pertambahan volume kendaraan menyebabkan terjadi kemcetan parah pada jam-jam pergi dan pulang kantor. Dengan dihapusnya gerbang tol Karang Tengah, diharapkan kemacetan bisa diurai, sehingga orang lebih tertarik untuk berinvestasi properti di daerah Tangerang Selatan.

Baca juga: Gerbang Tol Karang Tengah Dihilangkan Pada April 2017

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mengevaluasi rencana penghapusan gerbang tol Karang Tengah ini untuk disesuaikan dengan integrasi tol Cikarang Utama-Palimanan untuk klaster 1 dan Palimanan-Brebes Timur untuk klaster kedua. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Trisaputra Zuna, mengatakan bahwa menurut tim Teknologi dan Informasi, untuk klaster 1 dan 2 bisa dikerjaan, asal tahu dari mana saja pengendara masuk dan keluar tol.

Dampak-Positif-Penghapusan-Gerbang-Tol-Karang-Tengah-Terhadap-Properti-Tangerang-Square

Sumber: Kompas Properti

About Fely Tan

i paint with words

Check Also

Resesi Ekonomi

Mungkinkah Resesi Ekonomi Lebih Mematikan Daripada COVID-19 itu Sendiri?

Seberapa mematikan resesi ekonomi yang diinduksi coronavirus? Satu studi baru-baru ini menunjukkan perlambatan ekonomi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *