Friday , May 29 2020
Home / News / Info / Indonesia Pasar Properti Ke-7 Paling Menarik di Asia

Indonesia Pasar Properti Ke-7 Paling Menarik di Asia

Urban Land Institute melakukan sebuah survei tentang proyeksi investasi pasar properti paling menarik di Asia pada tahun 2017. Meskipun tahun berada di peringkat ke-7, peringkat ini turun satu peringkat dari proyeksi tahun ini yang berada di tempat ke-6.

Menurun dari tahun ini

Meski suku bunga tetap, proyeksi investasi properti di Jakarta belum membaik karena beberapa alasan. Alasan tersebut di antaranya adalah kelebihan pasokan di sektor perkantoran karena permintaan menurun dan perusahaan minyak dan gas sejalan dengan penurunan harga sumber daya. Secara kumulatif, hal ini lah yang menyebabkan tingkat kekosongan perkantoran jadi melonjak.

Survei tersebut juga menyatakan bahwa harga sewa perkantoran di Jakarta jatuh 50% di beberapa bangunan premium. Masalah lain yang lebih besar adalah tidak adanya transaksi nyata sehingga saat ini adalah saat menunggu hingga kondisi pulih kembali.

Selain itu, survei tersebut juga mengatakan bahwa jika lokasi Anda baik, dalam jangka panjang Anda akan baik-baik saja.

“Tapi, jika Anda berada di lokasi yang baik, Anda akan baik-baik saja dalam jangka panjang,” kata survei tersebut.

Hasil negara lainnya

Survei ini menyatakan bahwa India adalah negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling cepat di Asia dengan Bangalore dan Mumbai sebagai dua kota teratas dan memimpin 22 kota lainnya di pasar Asia. Kenaikan ini terbilang pesat karena kedua kota tersebut berada di peringkat 12 dan 13 tahun ini. Kenaikan ini didorong oleh ledakan business process outsourcing dan perusahaan IT yang menjadi faktor pertumbuhan permintaan ruang kantor di India.

Selain itu, untuk tahun depan, Tokyo berada di posisi ke-12. Hal ini karena ketidakpuasan pada efek Abenomics dengan pasar yang stagnan dalam waktu lama. Penurunan ini juga berdampak pada prospek jangka pendek pada pertumbuhan sewa kantor, meski tingkat kekosongan rendah.

Untuk Singapura, tahun depan diperkirakan akan jatuh ke urutan ke-21, turun dari peringkat ke 11 di tahun ini. PwC menyebut ini sebagai “badai sempurna” untuk pasar properti Singapura karena selama 12 kuartal berturut-turut, Singapura mengalami penurunan harga di perumahan, serta ekonomi yang berkontraksi pada kuartal ke-3.

Peringkat ke-3 setelah India adalah Manila, Filipina, yang tahun ini berada pada peringkat ke-8. Peringkat ke-4 diduduki oleh Ho Chi Minh City, Vietnam yang sebelumnya berada di peringkat ke-5. Peringkat ke-5 diduduki oleh Shanghai yang mengalami peningkatan drastis dari peringkat ke-18.

Peringkat ke 6-10 diduduki oleh: Shanghai, Jakarta, Bangkok, Sydney, dan Guangzhou.

Baca juga: Sektor Properti Indonesia Tahun 2017 Lebih Menggeliat

Indonesia-Pasar-Properti-Ke-7-Paling-Menarik-di-Asia-square

Sumber: Kompas

About Fely Tan

i paint with words

Check Also

Resesi Ekonomi

Mungkinkah Resesi Ekonomi Lebih Mematikan Daripada COVID-19 itu Sendiri?

Seberapa mematikan resesi ekonomi yang diinduksi coronavirus? Satu studi baru-baru ini menunjukkan perlambatan ekonomi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *