Monday , August 19 2019
Home / News / Info / Perumnas Akan Mulai Membangun Rusunami Konsep TOD Pertama

Perumnas Akan Mulai Membangun Rusunami Konsep TOD Pertama

Pemerintah melalui Perum Perumnas akan memulai pembangunan rusunami dengan konsep transit oriented development (TOD) pertama yang berada di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Disini akan dibangun tiga tower rusunami yang terdiri dari 1.232 unit hunian. Dibangun di atas lahan seluas 15.244 m2, rusunami ini dibangun dengan nilai investasi Rp 705 miliar.

Rusunami ini berada tepat di sebelah stasiun KRL Tanjung Barat di Jagakarsa. Nantinya, penghuni tidak perlu keluar kawasan apartemen untuk mencapai stasiun KRL. Ini bisa mengurangi biaya transport mengendarai kendaraan pribadi dan mempersingkat waktu perjalanan. Selain itu, akan juga dibangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang akan menyambungkan halte dengan rusunami.

Baca juga: Manfaat Pembangunan Apartemen Konsep TOD

Setelah Stasiun Tanjung Barat, hingga akhir tahun nanti Perumnas juga akan membangun hunian TOD di Stasiun Pondok Cina melalui kerja sama pemanfaatan lahan milik PT KAI. Diperkirakan pembangunan akan dimulai dalam waktu dua bulan lagi, dengan nilai investasi lebih dari Rp 1 triliun.

Rusunami TOD Pondok Cina akan memiliki total 2.305 unit dengan total enam tower. Sekarang ini rencana pembangunan rusunami Pondok Cina ini masih dalam tahap menunggu izin keluar, Harga per unit di rusunami Stasiun Pondok Cina juga akan lebih murah dibanding di Tanjung Barat. Ini karena harga tanah di daerah tersebut lebih murah dibanding di Tanjung Barat yang masih mencakup wilayah DKI Jakarta.

Selain kedua lokasi tersebut, Perumnas juga akan membangun rusunami berkonsep TOD di beberapa lokasi lainnya, yaitu Stasiun Senen, Bogor, dan Tangerang. Lahan yang dimiliki BUMN dan BUMD yang telah menjalin nota kesepahaman dengan perusahaan juga akan dimanfaatkan.

Baca juga: Mulai Tahun Ini Dibangun 210.000 Unit Rusun Berbasis TOD di Stasiun KA

Beberapa lahan BUMD tersebut diantaranya adalah membuat bangunan di atas pasar di Cempaha Putih, Grogol, dan Blok G Tanah Abang. Sementara dari BUMN, ada kurang lebih 50 lokasi TOD yang sudah diincar pemerintah untuk hunian tersebut bagi masyarakat MBR dan non MBR untuk pemenuhan program sejuta rumah.

Rencananya, rusunami di Stasiun Tanjung Barat akan dijual mulai dari harga Rp 202 juta yang diperuntukkan untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), hingga Rp 576 juta yang diperuntukkan komersil.

Dari total 1.232 unit hunian, 298 unit diperuntukkan bagi MBR dan sisanya akan dijual ke umum. Dua tipe rusunami yang dibangun yaitu tipe 1 kamar tidur dengan luas 22 m2 dan 2 kamar tidur dengan luas 32 m2.

Baca juga: Perkiraan Harga Rusun dan Rusunami Berbasis TOD

Sumber: Detik Finance

About Fely Tan

i paint with words

Check Also

Apartemen Paling Laku Disewakan

Apartemen Paling Laku Disewakan di Depok

Tahukah Anda bahwa  apartemen di Depok sangat dicari oleh banyak orang belakangan ini? Dan ada banyak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *