Wednesday , August 15 2018
Home / Inspiration / Tips / Tips Agar Cicilan KPR Lancar

Tips Agar Cicilan KPR Lancar

Setelah pengajuan KPR Anda disetujui oleh bank, (baca juga : Bank KPR Rumah) maka langkah selanjutnya adalah untuk memastikan pengelolaan keuangan Anda benar. Ini gunanya untuk menjaga kepercayaan bank dan instansi keuangan lainnya terhadap Anda jika Anda berniat untuk meminjam uang lagi di masa depan. Serta agar cicilan kpr Anda berjalan dengan lancar.

Rekam jejak kredit yang baik adalah salah satu hal paling penting yang menjadi pertimbangkan instansi keuangan dalam memberikan pinjaman kepada Anda. Jika Anda selalu tepat waktu membayar cicilan dan tidak pernah menunggak pembayaran, maka Anda tidak akan masuk ke dalam daftar hitam Bank Indonesia.

Tips Agar Cicilan KPR Lancar

cicilan kpr

Berikut ini adalah tips agar angsuran KPR Anda berjalan dengan mulus

  1. Disiplin mengatur keuangan
    Karena KPR adalah kewajiban utang yang harus dibayar sesuai perjanjian, maka Anda harus menyisihkan sebagian pendapatan untuk membayar KPR. Walaupun awalnya terasa berat, seiring berjalannya waktu Anda akan terbiasa dan cicilan akan terasa lebih ringan
  2. Minta sistem autodebet tabungan
    Jika memungkinkan, minta bank untuk menggunakan sistem autodebet dalam membayar cicilan KPR Anda dimana nanti secara otomatis uang Anda akan ditarik untuk membayar cicilan. Dengan cara ini, data Anda di Bank Indonesia akan bersih karena tidak akan menunggak atau telah bayar
  3. Cari penghasilan tambahan
    Jika Anda takut tidak bisa melunasi cicilan tiap bulan, maka cobalah untuk mencari pemasukan tambahan setiap bulannya di samping gaji bulanan yang Anda dapatkan. Pastikan penghasilan tambahan ini tidak mengganggu waktu dan konsentrasi Anda dalam melakukan pekerjaan utama Anda.
  4. Kurangi belanja barang-barang konsumtif
    Selama mencicil KPR, usahakan untuk mengurangi pembelanjaan barang-barang konsumtif yang tidak diperlukan, seperti berkumpul di kafe, ponsel atau gadget terbaru, baju-baju baru, sepatu baru, dll.

Perlu diketahui bahwa dalam ilmu perencanaan keuangan, berikut ini adalah alokasi penghasilan yang dinilai pas:

  • 50% – 60% untuk biaya hidup bulanan.
  • 20% untuk tabungan dan investasi.
  • 10% untuk dana darurat.
  • Maksimal 30% apabila masih ada cicilan pinjaman

Dari alokasi pendapatan di atas, kebutuhan gaya hidup masuk ke dalam porsi 50% hingga 60% biaya bulanan, dimana hanya 20% yang boleh dihabiskan. Jika bisa, jatah 20% untuk gaya hidup ini sebaiknya diperkecil menjadi 10%. Sisa 10% lagi bisa dialokasikan untuk pos darurat KPR jika suku bunga bank mendadak naik secara drastis. Demikian tips agar cicilan kpr Anda lancar.

 

cara jual apartemen

About Fely Tan

i paint with words

Check Also

Bank BTN Mengeluarkan KPR Khusus Atlet

Menjelang Asian Games 2018 yang akan diadakan tahun ini di Indonesia, PT Bank Tabungan Negara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *