Tuesday , July 23 2019
Home / News / Rencana Pemindahan Ibukota Indonesia Terlihat Semakin Matang
Pemindahan Ibukota Indonesia
Pemindahan Ibukota Indonesia

Rencana Pemindahan Ibukota Indonesia Terlihat Semakin Matang

Meskipun pembicaraan mengenai pemindahan Ibukota Indonesia sudah lama didengar, nampaknya pemerintah Indonesia sudah semakin berusaha mematangkan rencana ini menjadi sebuah hasil nyata di masa depan. Apa artinya hal ini bagi masyarakat Indonesia? Ibukota Indonesia saat ini, Jakarta, telah lama berada di dalam sejarah bangsa dan terus berkontribusi dalam perkembangan penting yang diperlukan negara: ekonomi, politik, pendidikan, dan lain sebagainya. Ada banyak hal yang menjadi faktor keputusan pemerintah ini, dan kami pun merangkum informasi ini untuk pengetahuan Anda lebih lanjut.

 

Bagaimana Keputusan Ini Muncul

Indonesia telah mengumumkan rencana untuk membangun ibu kota baru, karena ibu kotanya saat ini, Jakarta, berjuang dengan polusi, kemacetan lalu lintas—dan fakta bahwa kota ini sedang tenggelam. (Baca lebih lanjut: Jakarta Tenggelam 2050? Bagaimana Gagasan Ini Muncul, Cari Tahu Di Sini)

Setelah rapat kabinet pada hari Senin tanggal 29 April 2019, menteri perencanaan Bambang Brodjonegoro mengatakan Presiden Joko Widodo telah memutuskan pemindahan Ibukota Indonesia dari pulau utama Indonesia, Jawa. Hanya saja, waktu mengenai kapan ini akan terjadi atau di mana Ibukota baru akan berada masih belum dipastikan.

Secara umum, Jakarta menghadapi beragam tantangan besar yang perlu ditangani sesegera mungkin. Dari artikel Jakarta Tenggelam 2050?, Jakarta termasuk sebagai kota yang paling cepat tenggelam di dunia, dengan hampir separuh wilayahnya di bawah permukaan laut. Selain itu, masalah Jakarta sebagian besar adalah perbuatan manusia, di mana populasi besar di daerah itu telah mengekstraksi begitu banyak air tanah sehingga berdampak pada permukaan tanah, dan banyak sumber daya air permukaan tercemar.

Sejumlah besar lalu lintas kota juga mahal. Menurut BBC, menteri perencanaan memperkirakan kemacetan lalu lintas di Jakarta merugikan ekonomi sekitar $ 6,8 miliar per tahun.

Untuk mengatasi semua ini, ada 3 kemungkinan rencana untuk ibukota Indonesia. Dalam skenario pertama, menurut The Jakarta Post, kantor-kantor pemerintah akan pindah ke zona khusus di dekat istana presiden, untuk memudahkan para pejabat untuk bergerak di antara pertemuan.

Yang kedua, pemindahan Ibukota Indonesia akan dilakukan ke suatu daerah di Jawa dekat yang sekarang. Jawa terletak di ujung barat kepulauan Indonesia dari ribuan pulau, sekaligus sebagai pulau terpadat di negara ini. Namun, karena tak ada satu pun dari opsi ini yang akan mengurangi keramaian di Jawa, diajukanlah opsi ketiga: mencari Ibukota baru di luar pulau Jawa.

Baca juga: Daftar Stasiun LRT Jakarta yang Perlu Anda Catat

 

Pemindahan Ibukota Indonesia

 

Pilihan Ibukota Baru

Pulau Kalimantan dianggap sebagai lokasi yang cocok untuk Ibukota negara Indonesia yang baru. Pulau ini luas dan jauh dari batas konvergen tektonik Indonesia, yang berarti relatif aman dari gempa bumi dan letusan gunung berapi. Lokasi yang disarankan untuk pemindahan Ibukota Indonesia meliputi:

 

Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Sejak didirikan sebagai ibukota provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 1957, presiden pertama Indonesia, Sukarno, menguraikan rencana untuk mengembangkan Palangkaraya sebagai ibukota masa depan Indonesia. Palangkaraya jauh lebih besar di daerah daripada Jakarta dan aman dari bahaya gempa bumi dan gunung berapi.

 

Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dibandingkan dengan Palangkaraya untuk pemindahan Ibukota Indonesia, Banjarmasin terletak lebih dekat ke pusat negara, memiliki akses yang lebih baik ke Laut Jawa dan infrastruktur yang lebih baik.

 

Kota Merdeka.

Ini adalah kota terencana yang diusulkan terletak di utara kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dibandingkan dengan pedalaman jauh Palangkaraya, Kota Merdeka terletak lebih dekat ke daerah pesisir dan memiliki akses yang lebih baik ke Laut Jawa.

 

Pontianak, Kalimantan Barat.

Pontianak terletak sempurna di garis khatulistiwa dan secara strategis terletak di Selat Karimata dan Laut Cina Selatan, di kawasan yang sama dengan ibu kota ASEAN lainnya seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Bandar Seri Begawan.

 

Di antara Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur.

Wilayah ini terletak tepat di pusat Indonesia, oleh Selat Makassar yang telah menjadi jalur maritim utama kedua Indonesia, menghubungkan Indonesia ke Malaysia Timur, Filipina, Cina, Jepang, dan Australia. Diberkahi dengan sumber daya alam yang kaya, terutama kayu, batu bara, minyak dan gas alam cair, Kalimantan Timur memiliki sumber daya alam dan keuangan untuk membangun infrastruktur yang sesuai dengan Ibukota Indonesia yang baru.

 

Palembang, Sumatra Selatan.

Kota ini memiliki makna historis, sebagai bekas ibukota kerajaan maritim Sriwijaya; yang melambangkan kembalinya kejayaan nusantara. Palembang juga terletak secara strategis di dekat rute maritim utama Selat Malaka, di dekat ibu kota ASEAN lainnya di Singapura dan Kuala Lumpur.

Source: The Jakarta Post, National Public Radio, Fox News

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Contoh Sertifikat Tanah

 

About Devi Yulia

My life revolves around reading books, writing stories, watching series and movies, and listening to music.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *