Friday , May 29 2020
Home / News / Info / Perumnas Juga Akan Membangun Rusun Pracetak

Perumnas Juga Akan Membangun Rusun Pracetak

Pemerintah melalui Perum Perumnas akan mulai membangun rumah pracetak (precast) di beberapa kota besar di Indonesia. Tidak hanya di rumah tapak, BUMN juga akan membangun rumah susun pracetak untuk menghemat lahan yang ada.

Rumah pracetak dianggap menjadi solusi pasokan perumahan dalam jumlah besar. Pemerintah telah membuat rumah contoh pracetak yang dibangun dalam waktu beberapa hari saja. Dalam bentuk rusun, pemerintah sedang melakukan survei cara mengembangkan rumah pracetak tersebut ke atas.

Pengembangan rusun pracetak akan dilakukan di tempat yang sama dengan rumah contoh pracetak, yaitu di kota-kota besar yang lahannya terbatas. Inovasi rumah ini dianggap lebih efisien dari sisi harga maupun waktu, serta tahan gempa.

Pada tahap awal, Perumnas akan membangun pabrik pracetak di 10 lokasi di Jawa dan luar Jawa untuk mendukung program Sejuta Rumah. Setelah dilakukan survei di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, diketahui bahwa mayoritas penduduk Indonesia di segmen menengah ke bawah mampu melakukan cicilan sebesar Rp 500.000 per bulan.

Hal tersebut yang mendorong Perumnas untuk terus melakukan inovasi konstruksi rumah berbiaya rendah. Karena itulah solusinya adalah membuat rumah dengan biaya produksi yang rendah tanpa mengurangi kenyamanan, ketahanan, dan kualitas bangunan.

Caranya dengan efisiensi biaya produksi melalui inovasi penerapan konstruksi precast tersebut untuk membangun rumah yang bisa dijangkau oleh konsumen Perumnas. Rumah contoh yang dibangun adalah percobaan untuk menghasilkan metode konstruksi rumah yang efektif dan efisien dari sisi biaya, mutu, dan waktu.

Penelitian dan pengujian sendiri sudah dilakukan sejak November 2016 dengan menggunakan beberapa bahan konstruksi. Hasilnya, beton precast adalah salah satu solusi inovatif konstruksi kualitas tinggi dengan biaya rendah. Bahan beton precast ini lalu diuji di rumah tapak.

Pembangunan rumah precast ini juga memakan waktu yang singkat, yaitu sekitar dua minggu. Ini artinya dari sisi penggunaan tenaga kerja dan kualitas lebih baik daripada menggunakan batu bata.

Uji coba yang sudah dilakukan pada dua rumah contoh precast menunjukkan bahwa penggunaan beton precast dengan tebal dinding 7 cm pada rumah tapak bisa menurunkan harga konstruksi higga Rp 600.000 per meter persegi. Jika sebelumnya Rp 1,8 juta per meter persegi, maka menggunakan beton precast bisa turun hingga Rp 1,2 juta hingga Rp 1,4 juta peter persegi.

Ke depannya, diharapkan pemerintah bisa menemukan inovasi baru untuk membangun rusun pracetak agar bisa lebih menghemat lahan.

Baca juga: Rumah Koda, Tren Baru Rumah Mikro Prafabrikasi

Sumber: Kompas Properti & Antara News

About Fely Tan

i paint with words

Check Also

Resesi Ekonomi

Mungkinkah Resesi Ekonomi Lebih Mematikan Daripada COVID-19 itu Sendiri?

Seberapa mematikan resesi ekonomi yang diinduksi coronavirus? Satu studi baru-baru ini menunjukkan perlambatan ekonomi yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *