Friday , November 15 2019
Home / Investasi / Membandingkan Keuntungan Investasi Apartemen dan Deposito
Keuntungan Investasi Apartemen
Keuntungan Investasi Apartemen

Membandingkan Keuntungan Investasi Apartemen dan Deposito

Deposito dan investasi properti memang telah menjadi salah satu kendaraan investasi paling populer sejak jaman dahulu. Jika demikian, bagaimana perbandingan keuntungan investasi apartemen dan deposito? Portofolio investasi Anda harus merupakan campuran yang baik dari investasi berisiko rendah dan risiko menengah. Biasanya, Anda mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dengan investasi berisiko rendah dan pengembalian yang lebih tinggi ketika taruhannya tinggi juga. Investasi berisiko rendah biasanya menawarkan stabilitas dan pengembalian yang terjamin.

 

Apa Itu Investasi?

Sebelum menuju ke perbandingannya, ada baiknya kita mengenal lebih dalam soal investasi. Berinvestasi adalah sebuah tindakan memberikan uang atau modal untuk usaha atau badan tertenu dengan harapan memperoleh penghasilan atau laba tambahan. Investor legendaris Warren Buffett mendefinisikan investasi sebagai “proses mengeluarkan uang sekarang untuk menerima lebih banyak uang di masa depan.” Tujuan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan finansial tambahan yang bisa Anda gunakan untuk diinvestasikan kembali atau dibayarkan untuk sesuatu yang lain.

Di artikel ini, kita akan mengenal keuntungan investasi apartemen dan deposito.

Investasi adalah cara untuk menyisihkan uang saat Anda sibuk dengan kehidupan dan memiliki uang yang bekerja untuk Anda sehingga Anda dapat sepenuhnya memetik hasil kerja Anda di masa depan. Investasi bisa dijadikan sebagai sarana menuju akhir yang lebih bahagia.

Baca juga: Beli Rumah, Lebih Baik KPR atau Cash?

 

Keuntungan Investasi Apartemen dan Deposito

 

Keuntungan Investasi Apartemen dan Deposito

Baik Anda merencanakan investasi jangka pendek atau jangka panjang, pertimbangan ini dapat membantu Anda memilih antara deposito tetap dan real estate. Untuk investasi, masih banyak orang yang menempatkan dana di tabungan dan deposito, padahal kedua produk itu bukan untuk investasi jangka panjang dan sebenarnya bisa saja habis oleh pajak dan inflasi. Beberapa pilihan lain untuk investasi jangka panjang adalah reksadana, forex, saham dan properti, meskipun risiko mereka lebih tinggi sehingga Anda harus berhati-hati.

Pilihlah instrumen investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan sumber dana Anda saat ini. Properti masih menjadi pilihan jangka panjang bagi banyak orang dibandingkan jenis investasi lain karena risikonya lebih kecil dengan ROI lumayan besar per tahunnya.

Menurut riset Colliers, kuartal kedua tahun 2015, potensi keuntungan dari properti, khususnya apartemen, yang dijual kembali sebelum gedung selesai dibangun mencapai 30% sampai 50%. Apartemen yang dijual pada dua sampai tiga tahun setelah dibangun bahkan bisa mencapai 50 hinga 80 persen.

Selain itu, keuntungan yang bisa didapat dari apartemen tidak hanya dari hasil penjualan, tapi juga dari sewa. Keuntungan ini tidak bisa didapat dari jenis instrumen investasi lainnya. Bila disimulasikan, beginilah kira-kira perbandingan keuntungan investasi apartemen dan deposito dengan nilai masing-masing Rp 400 juta.

Jika deposito Rp 400 juta ditambah bunga per tahun 8 persen atau Rp 32 juta, total yang didapat dalam setahun adalah Rp 432 juta. Oleh karena itu, jika dihitung untuk 15 tahun, si investor akan mendapat kisaran Rp 480 juta. Angka ini masih belum termasuk perhitungan biaya administrasi dan pajak, serta penurunan suku bunga.

Untuk investasi di apartemen, setiap tahun sudah ada perhitungan kenaikan 20 persen untuk harga bahan bangunan dan tanah. Dari nilai sewa pun, apartemen bisa menghasilkan untung yang lebih banyak. Jika nilai sewa adalah sebesar 40 persen dari nilai beli, total pendapatan dari menyewakan apartemen selama 15 tahun bisa mencapai Rp 1.125 miliar.

Tapi harus diingat, serah terima apartemen rata-rata memerlukan waktu 24 bulan. Artinya, apartemen tidak bisa disewa pada masa pembangunan, sehingga perhitungan potensi pendapatan dari sewa harus dikurangi sekitar Rp 85 juta. Jangan lupa menghitung biaya dekorasi dan interior, yang bisa menyentuh angka sekitar Rp 50 juta. Kurangi lagi Rp 25 juta karena pada enam bulan pertama ketika apartemen jadi, dan Anda belum tentu langsung mendapatkan penyewa. Dengan perhitungan-perhitungan tambahan tersebut, potensi pendapatan menyusut sebanyak Rp 160 juta dari pendapatan menyewakan apartemen

Muljadi juga menambahkan, setiap lima tahun harus menyisihkan dana mengganti interior. Dengan kenaikan harga bahan bangunan dan jeda waktu renovasi, maka asumsi “kerugian” nya mencapai Rp 137,5 juta. Begitu juga ketika masuk tahun ke 15. Karena kenaikan harga bangunan, asumsi “kerugian” untuk renovasi dan waktu kosong penyewaan naik Rp 200 juta.

Dari perhitungan tersebut, total “kerugian” dari tahun pertama hingga tahun 15 mencapai Rp 497,5 juta. Tetapi tetap saja, dari potensi keuntungan Rp 1,125 miliar tersebut pemilik apartemen masih bisa mendapat untuk Rp 627,5 juta.

Sumber: Kompas Properti

Baca juga: Daftar Stasiun LRT Jakarta yang Perlu Anda Catat

 

About Fely Tan

i paint with words

Check Also

Keuntungan Tinggal di Apartemen

Apa Saja Keuntungan Tinggal di Apartemen?

Banyak orang memutuskan untuk memiliki dan tinggal di apartemen daripada rumah. Jika Anda masih bingung …

2 comments

  1. Ingin membeli Apartemen, Rumah, Ruko, Villa dll dengan harga lebih murah atau harga Diskon. Segera kunjungi http://www.Piramidaz.com – Crowdfunding Properti Harga Diskon artinya Beli Properti secara bersama sama atau beli borongan agar mendapatkan harga Diskon dari Developer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *