Wednesday , October 23 2019
Home / Guide / Mitos Seputar Agen Properti

Mitos Seputar Agen Properti

Apa langkah pertama anda ketika anda ingin menjual properti anda? Kebanyakan dari pemilik properti akan mempercayai agen properti untuk mengurus semua urusan dan mencari pembeli. Banyak pemilik properti memilih agen properti karena kemudahannya dan tidak ingin ambil pusing dalam menjual properti nya. Memang betul dalam hal ini penjual tinggal memberi semua urusan ke properti agen dan hanya tinggal menunggu kabar dari agen tersebut. Namun apa memang mengurus properti itu sesulit dan menhabiskan waktu seperti yang di bayangkan?

agen3

Berikut adalah beberapa pendapat kebanyakan orang atau mitos seputar menjual apartemen dan agen properti yang belum tentu kebenarannya.

Mitos pertama: Saya harus memiliki agen properti untuk mewakili saya dalam membeli dan menjual properti di pasar properti.

Pada kenyataannya itu semua terserah anda untuk mengurus semua kebutuhan beli dan jual properti anda atau mengunakan jasa agen properti. Namun, jika anda tidak paham dengan peraturan dan undang-undang di Indonesia dalam mengurus semua dokumen anda, mungkin anda lebih baik membayar agen properti untuk melakukannya untuk anda.

Selanjutnya, jika anda penjualnya, semua proses marketing dan mencari pembeli untuk melihat rumah anda, akan menhabiskan banyak waktu anda. Namun jika anda memakai agen properti, anda tidak perlu melakukan semua kerjaannya dari mengurus dokumen hingga mencari pembeli.

 

Mitos kedua: Saya akan menjual properti saya lebih cepat dan harga terbaik jika saya memiliki agen lebih dari satu.

Memiliki agen lebih banyak dalam mewakili anda menjual properti atau apartemen anda tidak berarti anda meraih potensial pembeli lebih banyak. Ini karena agen kebanyakan mengunakan cara yang sama dan tradisonal dalam mengiklankan properti anda, sehingga potensi pembeli akan menjadi sama.

Setelah itu, memiliki agent lebih dari satu akan membuat agen anda lebih pasif karena agen-agen tersebut akan menjadi malas untuk berkompetisi dan tidak kreatif dalam mengiklankan unit anda. Persetujuan yang tidak ekslusif akan membuat anda susah untuk menerima tawaran dan harus membandingkan nya dengan agen anda yang lain.

 

Mitos Ketiga: Agen properti dari perusahaan yang lebih besar, dapat lebih di percaya dan memiliki koneksi lebih banyak dari perusahaan yang lebih kecil.

Pada kenyataannya, agensi perusahaan besar memang memiliki agen lebih banyak, namun pengalamannya bermacam-macam. Tidak sedikit juga untuk agen yang berpengalaman dari perusahaan besar bergabung dengan perusahaan yang lebih kecil. Jadi besar-kecil nya perusahaan tidak menentukan agen tersebut.

Seharusnya dilakukan adalah lebih fokus kepana agen properti dengan melihat cara kerja agen tersebut dan seberapa nyaman anda bekerja dengan agen tersebut. Agen tersebut harus bisa mengutamakan kepentingan anda dalam menjual, bukan kepentingan pembeli.

 

Mitos keempat: Agen yang di rekomendasikan oleh keluarga atau teman dekat pasti lebih dapat di percaya.

Kami semua menyukai rekomendasi dari teman dekat dan keluarga anda, karena banyak menyimpan tenaga dan waktu anda dalam men-filter agen-agen. Namun begitu dalam menentukan agen properti yang dapat di percaya, anda harus mencari tahu alasan utama mengapa agen properti tersebut di rekomendasikan kepada anda. Bisa jadi agen tersebut adalah hanya teman dekat dari teman atau keluarga anda.

Jangan menganggap semua agen properti profesional adalah agen yang terbaik untuk anda. Anda harus mencari tahu lebih banyak tentang agen tersebut, seperti sejarah penjualan properti dan berapa lama agen tersebut berada di industri properti sebelum anda memilih agen.

 

About Erik Lie

Penjelajah hobi motret, penikmat musik, pecinta kopi

Check Also

Broker Properti

Agen atau Broker Properti di Jakarta

Broker properti – Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara terpadat dan terkaya di Asia …

One comment

  1. Bagaimana menurut kalian tentang mitos agen properti ini? menurut kalian pendapat apa lagi yang sering di ucapkan namun belum tentu kebenarannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *