Friday , May 29 2020
Home / Inspiration / Tips / Tips Meminjam Dana Atau Investasi Menggunakan P2P Lending

Tips Meminjam Dana Atau Investasi Menggunakan P2P Lending

Apakah Anda kaum milenial yang berniat mencicil DP rumah dengan menggunakan metode pembayaran p2p lending? Atau Anda berniat menggunakan p2p lending sebagai sumber utama mendapatkan keuntungan (capital gain) tetapi untuk arus kas (cash flow) karena beberapa perusahaan p2p lending membayar imbal hasil setiap bulan.

Peer-to-peer lending adalah kegiatan pinjam meminjam antar perorangan, biasanya menggunakan platform serupa dengan e-commerce. Peminjam bisa saja mendapatkan dana dari banyak individu. Ada banyak jenis platform, produk, dan teknologi untuk menganalisa kredit, tetapi peminjam dan pendana tidak bertemu secara fisik dan biasanya tidak saling mengenal.

Peer lending tidak sama dengan bentuk-bentuk institusi finansial tradisional seperti himpunan deposito, investasi, atau asuransi. Biasanya ia dikategorikan dalam produk finansial alternatif. Cara mendapatkan dana dengan p2p sangatlah mudah. Peminjam hanya perlu masuk ke situs, registrasi, dan mengisi form aplikasi.

Platform akan melakukan verifikasi dan menganalisa kualifikasi pinjaman tersebut. Pinjaman yang berhasil lolos akan di post di situs tersebut dimana pendana (investor) bisa memberikan komitmen dana untuk pinjaman tersebut.

Platform p2p menggunakan banyak cara untuk mencocokkan peminjam dengan pendana. Beberapa platform bahkan tidak melakukan analisa kredit dan memakai reputasi online sebagai kriteria utama. Ada juga yang menggunakan pihak ketiga untuk melakukan cek dan anasila peminjam.

Sebelum mulai mencoba investasi atau meminjam uang menggunakan p2p lending, ada baiknya Anda mencari tahu tips memulai investasi p2p. Berikut ini adalah tips nya yang kami ambil dari Koran Kontan:

  1. Pilih perusahaan peer-to-peer lending yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
  2. Untuk yang ingin meminjamkan dana, jangan lupa cek apa ada dana proteksi di perusahaan tersebut. Dana proteksi berfungsi untuk mengembalikan seluruh/sebagian modal untuk risiko gagal bayar.
  3. Sesuaikan dengan waktu atau periode investasi. Biasanya periode kontrak investasi peer-to-peer lending mencapai 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan.
  4. Cek dan baca penjelasan tujuan utang (prospektus singkat). Pelajari data-data yang ada.
  5. Jika ada agunan (atau kolateral) itu lebih baik. Pelajari juga penanganan kolateral tersebut.
  6. Lihat bunga, apakah bunga yang diberikan masuk akal? Biasanya bunga yang ditawarkan (fix 6% – 15% atau efektif 15% – 30%).
  7. Cek biaya administrasi, biasanya berkisar 0,1% – 1,0%.
  8. Jika Anda masih belajar, maka belajarlah dengan modal (uang) yang terbatas agar risiko dapat Anda kendalikan. Jika gagal bayar, maka tidak akan merusak kondisi keuangan Anda.
  9. Peer to Peer Lending adalah salah satu cara menambah penghasilan dengan investasi yang bersifat cash flow (bukan capital gain). Jika Anda masih bingung coba deh cek penjelasan perbedaan cash flow dan capital gain.
  10. Pilih perusahaan peer-to-peer lending dengan tingkat NPL (Non Performing Loan) yang kecil. Semakin mendekati 0% maka semakin bagus.

Dokumen utama yang dibutuhkan biasanya adalah sebagai berikut. Perlu diketahui bahwa setiap perusahaan p2p memiliki persyaratan berbeda-beda:

  1. Identitas dan dokumen pribadi peminjam
  2. Legalitas perusahaan (Jika mengajukan sebagai badan usaha)
  3. NPWP Pribadi/ NPWP Perusahaan
  4. Laporan Keuangan minimal 1-2 tahun terakhir yang telah diaudit
  5. Mutasi rekening bank 3 bulan terakhir
  6. Indentitas Penjamin
  7. Omset per bulan minimal Rp 20 juta dan usaha sudah berjalan minimal 1 tahun.

Sumber: Kontan, Koinworks, Investree

 

About Fely Tan

i paint with words

Check Also

Cara Memaksimalkan Ruangan di Apartemen Studio

Cara Memaksimalkan Ruangan Anda di Apartemen Studio

Jika saat ini Anda tinggal di sebuah apartemen studio atau sejenis yang berukuran mungil, maka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *