Thursday , June 27 2019
Home / News / Perencanaan Pengembangan Kota Metropolitan Baru dari 10 Wilayah
Kota Metropolitan Baru
Kota Metropolitan Baru

Perencanaan Pengembangan Kota Metropolitan Baru dari 10 Wilayah

Pemerataan ekonomi diupayakan terus-menerus oleh pemerintah, salah satunya seperti pemindahan ibu kota baru ke luar Pulau Jawa. Tetapi, selain itu, pemerintah juga berencana mengembangkan kota metropolitan baru dari 10 wilayah di Indonesia. Apa sajakah kota-kota tersebut?

 

Apa Itu Kota Metropolitan?

Wilayah metropolitan, yang juga disebut Metropolis, adalah sebuah kota besar bersama dengan pinggirannya dan kota-kota terdekat, pedesaan, dan sekitarnya di mana kota besar tersebut menjalankan pengaruh ekonomi dan sosial yang kuat.

Jika ditafsirkan secara harfiah, metropolis berasal dari bahasa Yunani yang berarti “ibu kota,” dan dengan implikasi ada keturunan atau tanggungan yang tersebar di daerah inti. Terkadang mungkin ada dua atau lebih kota besar, seperti di Wilayah Metropolitan Tokyo-Yokohama (Jepang) atau aglomerasi wilayah metropolitan seperti di London Raya (Inggris).

Sensus AS menggunakan unit yang disebut area statistik metropolitan (MSA) yang mencakup (1) kota dengan populasi setidaknya 50.000 atau (2) area urbanisasi setidaknya 50.000 populasi dengan total populasi metropolitan minimal 100.000 (75.000 di New England). Daerah urban didefinisikan memiliki populasi setidaknya 50.000, dan kepadatan populasi minimal 1.000 per mil persegi.

Area metropolitan menggabungkan aglomerasi perkotaan (area yang berdekatan dan dibangun) dengan zona yang tidak harus bersifat urban, tetapi terikat erat dengan pusat dengan pekerjaan atau perdagangan lainnya. Zona-zona terpencil ini kadang-kadang dikenal sebagai sabuk komuter, dan dapat meluas ke luar zona perkotaan, ke entitas politik lainnya. Misalnya, Islip, New York di Long Island dianggap sebagai bagian dari wilayah metropolitan New York.

Baca juga: Mengenal Atap Hijau Sebagai Inovasi Sistem Ramah Lingkungan

 

Kota Metropolitan Baru

Source: tourofbali.com

 

Kota Metropolitan Baru

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjelaskan pengembangan 10 kota tersebut akan didorong di luar pulau Jawa guna mendorong pemerataan. Sebab, selama ini pertumbuhan ekonomi hanya berada di satu titik.

Dengan sistem kota metropolitan baru yang mendampingi pemindahan ibu kota baru ini, diharapkan pemerataan dapat meluas dan menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat. Urbanisasi ini juga penting untuk pertumbuhan ekonomi.

Rencana ini juga bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara kawasan Indonesia timur dan Indonesia barat, memperkuat fungsi Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Fungsi Pusat Kegiatan Wilayah (PKW), serta solusi bagi permasalahan spasial di Indonesia. Tidak hanya itu, pemerintah berharap dengan melakukan ini juga dapat membantu mengurangi populasi di wilayah Jakarta sehingga mampu mereduksi permasalahan seperti kemacetan.

Lebih lanjut, pengembangannya akan merencanakan 4 dari 10 kota metropolitan baru yang masih akan berlokasi di pulau Jawa. Kemudian, sisanya berada di luar pulau Jawa, yakni Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Denpasar. Sementara itu, diharapkan dengan adanya pengembangan kota metropolitan ini juga bisa memperbaiki pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia masuk menjadi yang terendah di Asia.

Secara khusus, terkait pemindahan ibu kota, pemerintah berencana melakukan kerja sama manajemen aset dengan swasta untuk sebagian aset di Jakarta.  Dari kerjasama tersebut, pemerintah akan mendapatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang bisa dipakai untuk membangun sarana pemerintahan di ibu kota baru.

Bambang menambahkan bahwa pemerintah juga akan terus mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) guna mendorong pemerataan ekonomi. “Strategi kami dalam pertumbuhan ekonomi ke depannya yakni melalui operasionalisasi dan peningkatan investasi pada pusat-pusat pertumbuhan wilayah atau kawasan strategis di luar Jawa,” kata dia.

Source: Detik, Kata Data, Britannica

Baca juga: Rencana Pemindahan Ibukota Indonesia Terlihat Semakin Matang

 

About Devi Yulia

My life revolves around reading books, writing stories, watching series and movies, and listening to music.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *