Tuesday , November 20 2018
Home / News / Info / Hampir Rampung, Inilah Perkembangan Proyek MRT Jakarta Terbaru
Proyek MRT Jakarta
Proyek MRT Jakarta

Hampir Rampung, Inilah Perkembangan Proyek MRT Jakarta Terbaru

Dengan proyek MRT Jakarta yang sebentar lagi akan rampung dan diperkenalkan kepada masyarakat, tentunya Anda sebagai warga yang bertempat tinggal di Jakarta akan memiliki pilihan transportasi yang cepat dan nyaman. Infrastruktur ibu kota akhirnya bisa berkembang dan sepadan dengan kota-kota metropolitan yang telah lebih dulu menginkorporasikan MRT di sistem transportasinya. Bagaimana perkembangan terbaru proyek ini bagi Anda penggelut dunia properti?

 

Proyek MRT Jakarta

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta adalah proyek infrastruktur yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota Indonesia. Saat ini, jalur Utara-Selatan proyek ini sedang dibangun (upacara groundbreaking pertama diadakan pada bulan Oktober 2013), sementara jalur Timur-Barat sedang dipelajari. Jalur Utara-Selatan, yang akan dibangun dalam dua fase, menghubungkan Kampung Bandan (di Jakarta Utara) ke Lebak Bulus (Jakarta Selatan), di mana jalur ini akan memiliki panjang 23,3 kilometer. Fase pertama, yang didanai melalui pinjaman dari Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional (JBIC), yang kemudian digabung menjadi Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), diharapkan dapat dibuka untuk umum pada tahun 2018. MRT Jakarta diperkirakan menelan biaya paling sedikit USD 1,7 miliar (termasuk sistem kelistrikan, mekanis dan biaya rolling stock) dan harus sepenuhnya terselesaikan pada tahun 2027. Pemilik utama proyek ini adalah pemerintah lokal Jakarta.

 

Proyek MRT Jakarta

Image source: The Strait Times

 

Sebelumnya, Apa Itu MRT?

Sistem Mass Rapid Transit atau yang populer disebut MRT sangat banyak dikembangkan di kota-kota metropolitan di seluruh dunia. Mass pada kata MRT dapat didefinisikan sebagai jumlah yang besar, sementara Rapid berarti transportasi cepat dari satu tempat ke tempat lain. Oleh karena itu, MRT mengangkut sejumlah besar manusia dari satu tempat ke tempat lain secepat mungkin dengan berhenti setiap 2-3 menit. Karakteristik MRT adalah pengangkutan sejumlah besar penumpang dengan interval cepat, daya dukung tinggi dari sistem transportasi, akselerasi cepat dan kecepatan maksimum tercapai, lingkungan yang nyaman baik oleh ventilasi alami atau buatan, dan lebih sedikitnya waktu yang dipakai untuk menunggu di stasiun.

Baca juga: Waktunya Kaum Milenial Membeli Rumah di Jalur LRT & MRT

 

Sejarah Dimulainya Proyek

Proyek MRT Jakarta sebenarnya sudah lama digagas sekitar 40 tahun lalu. Sekitar 20 tahun sejak studi kelayakan pertama dilakukan (pada 1990-an selama era Suharto) dan sekitar 15 tahun sejak Jepang menawarkan dukungan untuk membangun MRT di Jakarta (di masa-masa awal era Reformasi ketika Indonesia berada dalam fase pemulihan dari Krisis Keuangan Asia), barulah proyek ini dimulai belakangan ini. Pada tahun 2012, ketika Joko Widodo menjadi Gubernur Jakarta dibantu oleh Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal sebagai Ahok, pasangan ini ingin merealisasikan proyek MRT Ibukota yang sudah lama tertunda. Jika Anda bertempat tinggal di Jakarta, Anda pasti sudah tahu bahwa kemacetan lalu lintas pada hari kerja menyebabkan kefrustrasian dan mungkin berharap bahwa ada sistem transportasi yang bisa membantu masalah ini. Salah satu solusinya adalah proyek MRT dan LRT yang sedang dilakukan ini.

 

Proyek MRT Jakarta Fase 1 dan 2

Menurut Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta William Sabandar, proses pengerjaan proyek MRT fase 1 sudah mencapai 95,33 persen pada tanggal 25 Juli 2018 kemarin. Pekerjaan fase 1 diharapkan selesai akhir tahun ini, dengan pengenalan operasi MRT baru akan dilakukan pada bulan Maret 2019. Untuk memperluas perkembangan dan pengetahuan masyarakat terhadap MRT, PT MRT Jakarta berencana untuk meminta bantuan beberapa influencer dan para penyandang disabilitas sebagai upaya korporasi dalam kampanye #UbahJakarta.

Nantinya orang-orang ini akan membagikan pengalaman mereka melalui media sosialnya,di mana pengalaman naik MRT akan dimulai dari masuk arena concourse, peron, hingga naik MRT itu sendiri. Selain itu, mereka juga dapat berkeliling, menyelesaikan transaksi pembelian tiket secara manual atau elektronik, memastikan waktu kedatangan kereta, hingga merasakan kecepatan waktu tempuh kereta.

Fase 2 dinyatakan akan memakan lebih banyak biaya dari Fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI dikarenakan lebih sulitnya konstruksi di Jalan Gajah Mada karena lebih sempit dibanding Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Karena adanya keterbatasan lahan juga, penggalian terowongan MRT untuk fase 2 juga akan lebih dalam dari fase 1.

Baca juga: Harga Apartemen di Jalur MRT Naik Pesat

 

Jika Anda memiliki properti menjanjikan di sekitar jalur MRT yang bisa disewa atau dijual kepada orang lain untuk investasi, mungkin sudah saatnya Anda beralih ke Saleshack! Dengan akses transportasi semudah ini, properti yang dekat dengan MRT bisa jadi banyak diburu orang, Saleshack membantu mengiklankan atau memasarkan semua jenis properti Anda, tidak hanya apartemen saja tetapi rumah, ruko, tanah hingga gedung perkantoran. Saleshack menayangkan iklan properti Anda di 15 online channels di seluruh Indonesia. Dengan eksposur luas seperti ini, Saleshack juga memberikan analisis perbandingan harga terbaik untuk menyewakan properti Anda. Praktis, mudah dan cepat, bukan?

Sumber: Rail Electrica, Indonesia-Investments, Kompas, Jakarta MRT

About Devi Yulia

A girl who wishes to run an easier life

Check Also

15 Proyek Infrastruktur Layang Boleh Dilanjutkan Kembali

Setelah sebelumnya di artikel kami berjudul Pembangunan Proyek MRT dan LRT Dihentikan Sementara dikatakan bahwa proyek-proyek infrastruktur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *