Monday , November 18 2019
Home / Off Topic / Indonesia Mengejar Kesepakatan Dagang dengan UE, AS
Kesepakatan Dagang Indonesia dengan Internasional
Kesepakatan Dagang Indonesia dengan Internasional

Indonesia Mengejar Kesepakatan Dagang dengan UE, AS

Salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Asia Tenggara berupaya untuk mempertahankan status perdagangannya yang istimewa dengan AS dan menandatangani kesepakatan UE. Bagaimana perkembangan Indonesia dalam mengejar kesepakatan dagang dengan UE dan AS?

Presiden Indonesia Joko Widodo, yang baru-baru ini dilantik untuk masa jabatan keduanya, telah menjadikan peningkatan ekspor minyak sawit sebagai salah satu prioritas perdagangan utama pemerintahannya.

Source: asiatimes.com

Indonesia ingin mempercepat perundingan tentang kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa dan menyelesaikan dalam waktu satu bulan tinjauan perdagangan dengan Amerika Serikat, kata presiden dan wakil menteri luar negeri yang baru pada hari Jumat, 25 Oktober 2019.

“Saya telah menetapkan target bagi wakil menteri untuk menyelesaikan negosiasi dengan 14 hingga 15 negara dengan siapa kita memerlukan kesepakatan perdagangan, terutama dengan Uni Eropa,” Presiden Joko Widodo mengatakan pada konferensi pers di mana ia memperkenalkan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, yang ditugaskan untuk melakukan “diplomasi ekonomi.”

Mahendra Siregar. (Source: nasional.kompas.com)

Indonesia telah menegosiasikan kesepakatan dagang dan investasi bebas dengan UE sejak 2016. Namun, hubungan menjadi tegang oleh keputusan Komisi Eropa untuk menghapus minyak kelapa sawit dari bahan bakar transportasi pada tahun 2030 dan pengenaan bea masuk anti subsidi pada ekspor biodiesel Indonesia.

Siregar mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga ingin dirinya memastikan ekonomi terbesar di Asia Tenggara mempertahankan status perdagangannya yang istimewa dengan AS, yang dikenal sebagai Generalized System of Preferences (GSP), yang memberi Indonesia pengurangan tarif sekitar $ 2 miliar ekspor.

Industri minyak sawit Indonesia juga merupakan salah satu prioritas perdagangan Presiden Widodo, dan ia ingin meningkatkan ekspor menjadi lebih dari $ 25 miliar per tahun, kata Siregar. Ekspor minyak sawit dan turunannya pada 2018 adalah $ 16,5 miliar, menurut data pemerintah.

Source: citizendaily.news

Baca juga: Ini Daftar Stasiun MRT Kalideres-Ujung Menteng yang Perlu Anda Catat

Kesepakatan Dagang Indonesia dengan Internasional

Perang dagang berikutnya? 

Minyak kelapa sawit dan penggundulan hutan menjadi pusat perselisihan.

Minyak kelapa sawit adalah komoditas yang sangat bernilai, tetapi membutuhkan deforestasi yang meluas dan perusakan habitat.

Sementara dunia saat ini berfokus pada perang dagang yang sedang berlangsung antara Cina dan AS, percekcokan lain juga terjadi antara raksasa komoditas Indonesia dan Uni Eropa.

Indonesia, sebagai produsen utama minyak nabati yang paling banyak digunakan di dunia, sedang berupaya untuk menaikkan tarif impor produk susu UE menjadi 8%-18%, menurut Enggartiasto Lukita, menteri perdagangan untuk negara Asia.

Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker (kanan) melambai ke media sebelum pertemuan mereka di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 21 April 2016. (Source: reuters.com)

Perselisihan atas minyak kelapa sawit antara kedua mitra dagang meningkat awal tahun ini, ketika Komisi Eropa memutuskan untuk membatasi penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel mulai Juni karena kekhawatiran atas deforestasi. Indonesia, serta produsen kelapa sawit nomor 2 Malaysia, telah memperingatkan bahwa langkah itu berisiko menyebabkan perang dagang habis-habisan, dengan mengatakan bahwa UE secara tidak adil mendiskriminasikan minyak kelapa sawit dan membahayakan perjuangan negara melawan kemiskinan.

Indonesia, yang saat ini memiliki bea impor 5% -10% untuk produk susu UE, mengatakan terbuka untuk melangkah lebih jauh daripada menyamakan pungutan UE dengan menaikkan tarifnya menjadi 20% -25%.

Indonesia akan beralih ke pemasok susu lainnya, seperti Australia, Selandia Baru, AS atau India, kata Lukita. Indonesia adalah pembeli susu skim terbesar ketiga dari UE setelah Aljazair dan China, menurut data Komisi Eropa. UE adalah mitra kesepakatan dagang terbesar ketiga Indonesia, sementara Indonesia menempati urutan ke 31 untuk UE.

Source: Al Jazeera English

Baca juga: Rumah Murah di Bogor Masih Ada, Cari Tahu di Sini

About Devi Yulia

My life revolves around reading books, writing stories, watching series and movies, and listening to music.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *